Image and video hosting by TinyPic
relojes para web free clock for website
KOMENTAR & SARAN
UNSUR-UNSUR UMUM KEBERHASILAN SUATU PROGRAM
Selasa, 13 Juli 2010
Program-program pencegahan (prevention programs) yang efektif, tanpa mempedulikan isi dari progam itu sendiri memiliki enam pokok penting yang saling tumpang tindih. Program-program khusus yang dijelaskan pada buku panduan ini atau unsur-unsur umumnya dapat diadaptasi untuk digunakan pada berbagai sekolah atau tatanan masyarakat.

KRITERIA PEMILIHAN
Tulisan ilmiah mengenai pencegahan perilaku anak dan remaja yang bermasalah dapat menjadi sumber yang berguna dalam menentukan peran dari intervensi untuk menunjang perilaku positif dan menunda perilaku negatif. Para peneliti dari Urban Institute meninjau acuan ini dengan memfokuskan pada program pencegahan utama yang memiliki potensi untuk digunakan di sekolah-sekolah dasar, menengah maupun menengah atas. Mereka menggunakan pencegahan/penghentian sekunder dari perilaku resiko tinggi pada waktu jumlah dari peserta cukup besar. Sebagai tinjauan suatu kerangka kerja yang berorientasi pada kesehatan masyarakat digunakan untuk mengklasifikasikan intervensi program-program dari kelompok-kelompok target: universal (masyarakat umum); selective (kelompok beresiko); dan indicated (kelompok yang telah terlibat perilaku beresiko). Tanpa mempedulikan mutu dari program, setelah ditinjau hanya beberapa tingkatan program yang memenuhi persyaratan kriteria dengan jumlah peserta yang sesuai untuk memperoleh hasil evaluasi yang dapat dipercaya.

Terdapat 51 program yang ditampilkan di dalam ringkasan ini yang diidentifikasikan sebagai program-program pencegahan yang menjanjikan. Setiap program dievaluasi paling tidak dalam suatu terbitan ilmiah yang mengacu pada masalah perilaku khusus dengan target langsung praremaja atau remaja secara individual, dalam kelompok kecil atau melalui pendekatan media. Sebagai tambahan setiap program yang terpilih memenuhi kriteria berikut:
  • Kelompok yang mendapat perawatan dicocokkan dengan suatu kelompok pembanding (misalnya tanpa atau dengan perawatan minimal)
  • Tinjauan lanjutan dilakukan paling tidak tiga bulan setelah program selesai.
  • Jumlah sampel mula-mula terdiri dari 100 remaja atau lebih.
  • Pada waktu tinjauan lanjutan final penelitian ini dilakukan, paling tidak setengah dari jumlah peserta diharapkan masih terlibat.
  • Adanya peningkatan signifikan secara statistik untuk paling tidak satu bentuk perilaku pada satu kelompok target.
Sub kelompok dari 21 program timbul setelah proses peninjauan yang lebih ketat. Kriteriakriteria tersebut adalah:
  • Setiap program mengumpulkan data mengenai masalah perilaku peserta sebelum program dimulai.
  • Masa tinjauan lanjutan lebih lama (paling tidak 12 bulan atau satu tahun ajaran sekolah)
  • Tidak kurang dari 150 orang terlibat dalam perawatan dan perbandingan.
  • Program ini terdiri dari peserta yang lebih banyak, pada waktu tinjauan akhir (final follow up) dilakukan terdapat 67% peserta dari setiap kelompok.
Keduapuluh satu program ini terdiri dari komponen-komponen atau mekanisme pengajaran yang menyuguhkan contoh-contoh menjanjikan untuk digandakan dan dikembangkan untuk kelompok-kelompok atau tatanan baru.
Empat program pencegahan secara luas terdiri dari tinjauan dan profil dari program yang disusun sebagai berikut:
  • Seksual/Kesehatan Reproduksi
  • Penggunaan zat
  • Resolusi Konflik/Pencegahan Kekerasan dan
  • Kesehatan Mental
UNSUR-UNSUR UMUM KEBERHASILAN
Pada waktu meninjau keduapuluh satu program, enam pokok utama memiliki program yang saling tumpang tindih dan isinya jelas. Persamaan-persamaan ini menunjukkan bahwa mekanismenya bekerja cukup baik dalam pencegahan perilaku bermasalah. Sebagian besar merupakan unsur-unsur yang sama yang diidentifikasikan oleh Kirby (1997) dan Tobler (1992) untuk pendidikan seks dan pendidikan obat-obatan secara terpisah. Mereka menjelaskan unsur-unsur utama dari programprogram yang efektif yang dapat diadaptasikan untuk digunakan di sekolah-sekolah dan masyarakat. Karakteristik-karakteristik tersebut adalah:
Semua berdasarkan teori (all are theory based). Teori perilaku sosial merupakan dasar dari semua kecuali tiga buah program dan delapan program berdasarkan teori-teori ganda (multiple theories). Teori-teori perilaku sosial mengasumsikan bahwa manusia berusaha untuk membuat pilihan-pilihan yang masuk di akal mengenai keterlibatannya dalam perilaku tertentu. Pilihanpilihan ini terkait pada persepsi keuntungan - psikologis, sosial, interpersonal, dan kesehatan – yang dihubungkan dengan perilaku yang ditampilkan versus biaya yang dikeluarkan. Dengan demikian intervensi bertujuan untuk mengubah pengetahuan para peserta, sikap dan perilaku sehingga hasil yang diperoleh dengan terlibat dalam perilaku sehat melebihi biaya yang dikeluarkan.
Tujuannya adalah perilaku khusus. Program yang paling efektif memiliki tujuan-tujuan yang diuraikan secara jelas dan memiliki tujuan untuk perubahan perilaku. Enambelas program menekankan pada akibat-akibat negatif dari perilaku yang disebutkan. Sebelas program mencoba untuk mengajarkan kaum muda untuk mempertanyakan keyakinan yang merugikan dan menggantikannya dengan sikap yang konsisten dengan perilaku preventif.
Komponen-komponen berdasarkan keterampilan merupakan sentral. Semua program-program terpilih menggunakan hubungan interaktif murid-dengan- murid, juga murid–dengan pembimbingnya, metode pembentukan keterampilan termasuk bermain peran (role-playing) dan berlatih (rehearsal), latihan yang dibimbing (guided practice) dan umpan balik seketika (immediate feedback) - untuk menemukan perilaku bermasalah dari target. Delapanbelas program mencoba untuk meningkatkan keterampilan komunikasi verbal dan non verbal.
Tujuhbelas program mengajarkan keterampilan untuk menahan diri (resistance), latihan yang dipandu (guided practice) serta contoh berperilaku (behavioral modeling). Enambelas program terfokus pada pengaruh-pengaruh sosial yang mendorong perilaku, termasuk kelompok (peers) dan media. Tigabelas program mengajarkan keterampilan keyakinan (assertiveness skills) secara umum. Delapan program kebanyakan mengacu pada perilaku penggunaan zat (substance use behavior), dan mengajarkan keterampilan untuk menahan diri terhadap segala macam promosi yang ada. Delapan program mengajarkan keterampilan memecahkan masalah dan membuat keputusan.

Tersedianya kurikulum tertulis dan umpan balik pelatihan. Kebanyakan program berdasarkan kurikulum tertulis yang disampaikan oleh seorang pembimbing yang terlatih. Setengah dari program guru memberikan kurikulum setelah dilatih. Para pembicara lainnya adalah pengajar atau pakar kesehatan, pemimpin kelompok (peer leaders), orang tua dan anggota masyarakat. Proses pelatihan beragam tapi semua kecuali satu selain menggunakan materi tertulis juga praktek.
Durasi waktu yang jelas dan intensitas sangat diperlukan. Program yang paling efektif pada umumnya lebih intensif dalam arti jumlah sesi dan lamanya intervensi. Dari program-program yang diamati, 14 program terdiri dari 10 jam intervensi dan 2 memiliki lebih dari 100 jam intervensi. Setengah dari program-program terdiri lebih dari 10 sesi dan beberapa diajarkan selama satu tahun ajaran sekolah atau lebih.
Intervensi komponen-ganda sangat menjanjikan. Banyak program yang menggunakan berbagai macam teknik dan mekanisme penyampaian. Kebanyakan dari program-program komponen-ganda memiliki unsur ruangan kelas dan juga melibatkan masyarakat dan/atau orang tua. Delapan program melibatkan masyarakat dalam kapasitas tertentu, dan tujuh program melibatkan para orang tua. Beberapa melibatkan pendidikan kelompok yang kuat (strong peer education) atau komponen pendukung (support component). Sekitar 8 program melibatkan para pemimpin kelompok (peer leaders) yang seumur atau yang lebih tua usianya. Sekarang kebanyakan para ahli pencegahan (prevention experts) mengasumsikan bahwa terdapat suatu masalah dasar sindroma perilaku yang berpengaruh pada remaja yang berperilaku mengambil risiko (risk-taking behaviors).
Mengidentifikasikan unsur-unsur umum yang dikaitkan dengan program-program pencegahan risiko yang paling efektif dibandingkan dengan isinya dapat membantu para praktisi berfikir bahwa mekanisme yang paling mungkin dapat berhasil dalam pencegahan masalah perilaku secara umum, dan lebih khususnya mengenai bagaimana mengadaptasi mekanisme ini untuk digunakan pada berbagai jenis sekolah dan tatanan masyarakat yang telah atau akan menjadi ‘siap mencegah’ (prevention ready).
Terjemahan ini diambil dari Buku ‘Teen Risk-Taking: Promising Prevention Programs and Approach’, oleh Marvin Eisen,

Label:

posted by admin @ 22.03  
0 Comments:

Poskan Komentar

<< Home
 
Kepala Sekolah
Photobucket  
Berita Terkini
Dokumen
Rujukan
© SMAN 1 BANJAR, BULELENG Blogger Templates by ICT Team